Kecamatan
Talang Muandau atau biasa disebut Mandau merupakan salah satu Kecamatan
pemekaran dari Kecamatan Pinggir yang sudah diresmikan oleh Menteri Dalam
Negeri yang diwakili Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, Dan Kerjasama
Direktorat Jenderal Administrasi Bina Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr
Drs Rizari MBa MSi.
Pemerintah memberikan nama Kecamatan Talang Muandau tersebut hampir bersamaan
dengan Kecamatan Mandau yang merupakan Kecamatan induk dari Kecamatan
Bathin Solapan.
'Talang' memiliki makna anak pedalaman yang masih hidup dengan keterbelakangan. Ditahun 1718 silam, anak pedalaman atau penduduk pribumi yang menetap di Desa Beringin ini sering disebut dengan istilah
'Talang'. Selanjutnya asal kata 'Muandau' yang
dibunyikan sama dengan 'Mandau' itu berasal nama suatu sungai yang awalnya
sungai tersebut bernama sungai Jantan. "Jadi awalnya sebelum diberi
nama sungai Siak namanya adalah sungai Jantan. Sungai Muandau juga begitu, nama
awalnya sungai Kali Munting. Raja Koto Gasip, Panglima Sigimbam dalam
perjalanannya membawa rakyat untuk bekerja kehabisan bekal makanan. Kemudian
bekal makanan yang ada nasi, ubi, keladi dan kangkung serta lainnya dicampur
dengan air sungai Mandau ini agar seluruh rakyatnya tidak kelaparan saat
itu."Talang Muandau yang dimaksud adalah
gabungan 2 suku kata yang memiliki makna tentang sejarah masyarakat Desa Beringin dan sekitarnya. "Jadi
Talang Muandau itu anak pedalaman yang tinggal disekitar sungai kini sudah
mulai maju dengan adanya campuran budaya dan ras yang masuk ke Desa Beringin.
Anak pedalaman yang kini sudah menjadi orang sukses dan berpendidikan tinggi.
Namun sejarah daerah Kecamatan Talang Muandau tetap harus dilekatkan agar generasi penerus
berikutnya tahu.
